Kurangnya Pengetahuan, Inilah Akibat Ibu Hamil Kurang Gizi yang Berakibat Pada Kesehatan Janin !

ibu hamil kurang gizi

Akibat Ibu Hamil Kurang Gizi – Saat hamil, jangan pernah sekali-kali menyepelekan asupan makanan harian. Ibu hamil harus memastikan makanan yang dikonsumsi setiap hari harus memenuhi kebutuhan gizi seimbang. Status gizi untuk ibu hamil sangatlah penting karena untuk menentukan apakah seorang wanita yang sedang hamil dapat melewati masa kehamilannya dengan baik tanpa gangguan.

Gizi pada ibu hamil harus cukup, karena jika ibu hamil mengalami kekurangan gizi, maka akan banyak masalah yang mungkin terjadi pada masa kehamilannya. Dan juga akan berdampak pada bayi yang dikandungnya.

Nutrisi yang tepat dan seimbang pada makanan harian yang dikonsumsi ibu hamil bukan hanya untuk menjaga kesehatan fisik saja, melainkan berdampak pada kesehatan janin, persiapan persalinan, pemulihan pasca-persalinan, hingga persiapan menyusui. Sehingga perlunya pengetahuan dan edukasi untuk ibu hamil agar tidak mengalami kekurangan gizi.

Gejala apa saja pada ibu hamil yang kekurangan gizi dan langkah apa yang harus diambil untuk mengatasinya?  Akibat yang ditimbulkan jika ibu hamil kekurangan gizi?

Gejala Yang Ditimbulkan Pada Ibu Hamil Yang Kekurangan Gizi dan Cara Mengatasinya

Perlu diketahui, untuk ibu hamil, sangat beresiko untuk mengalami kurang gizi, perlunya pengawasan ketat dan asupan makanan dengan gizi seimbang untuk mengatasinya. Sehingga perlunya edukasi mengenai gejala yang dialami ibu hamil jika kurang gizi, antara lain;

  1. Anemia seringkali terjadi pada ibu hamil. Perlu diketahui untuk kebutuhan gizi pada ibu hamil untuk trisemester kehamilan juga berbeda. Pakar kesehatan, rumah sakit, puskesmas sering mendapatkan kasus ibu hamil kekurangan gizi. Tanda paling mencolok pada ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi adalah anemia. Tanda-tanda anemia itu sendiri adalah lemas tak bertenaga, pucat, sakit kepala.Anemia yang terjadi pada ibu hamil karena kekurangan zat besi dan asam folat. Perlu banyak mengonsumsi makanan bergizi seperti sayuran hijau yang banyak mengandung zat besi, makanan yang banyak mengadung protein seperti daging merah, ikan, kacang-kacangan, dan susu. Terlebih lagi jika sedang kontrol kehamilan, para ibu hamil biasanya diberi suplemen penambah darah,
  2. Copotnya gigi ibu hamil karena kandungan kalsium dalam tubuh berkurang, beerta gizi-gizi yang lain karena harus berbagi dengan janin yang dikandungnya. Karena kandungan kalsium dalam tubuh berkurang, menyebabkan gigi terlepas walaupun sebelumnya, ibu hamil tidak pernah mengalami gangguan pada gigi. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menemui dokter gigi untuk menjaga kesehatan gigi,
  3. Berat badan tidak bertambah yang seharunya tidak dialami oleh ibu hamil karena pada umumnya, peningkatan asupan gizi pada ibu hamil dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan rahim, plasenta, pertumbuhan janin, produksi ketuban, peningkatan volume darah, serta perispan perkembangan payudara untuk produksi ASI pasca-persalinan. Seiring dengan bertambahan gizi yang dikonsumsi, disertai dengan pertumbuhan janin, seharusnya ibu hamil mengalami pertambahan berat badan. Pada keadaan normal, ibu hamil biasanya mengalami peningaktana berat badan hingga 13 kg,
  4. Mudah terserang penyakit karena menurunnya daya tahan tubuh karena kurangnya asupan gizi. Karena asupan gizi berperan penting dalam mengganti sel-sel tubuh yang rusak maupun mati dan diharapkan dapat menjaga sistem imun atau daya tahan tubuh, sehingga ibu hamil dapat terhindar dari serangan penyakit dan infeksi.

Akibat yang Ditimbulkan Jika Ibu Hamil Mengalami Kekurangan Gizi

Melakukan pengecekan secara rutin sesuai dengan arahan dokter kandungan maupun bidan, dapat mengurangi resiko selama hamil hingga pasca-melahirkan. Untuk menghindari ibu hamil mengalami kurang gizi. Jika selama hamil ibu tersebut mengalami kurang gizi, berikut akibat yang berdampak selama hamil hingga melahirkan, yaitu;

  1. Berat lahir rendah karena kurangnya asupan gizi yang diterima bayi selama berada di dalam rahim. Selain itu, juga berdampak pada sistem kekebalan tubuh, resiko terkena penyakit lebih besar, stamina yang rendah, dan lain sebagainya,
  2. Berpotensi anak dengan IQ rendah karena pembentukan IQ pada dasarnya karena cukupnya asupan gizi yang diterima oleh bayi selama berada di dalam rahim,
  3. Anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang mengalami kurang gizi lebih rentan terhadap keterbelakangan pertumbuhan, kurang koordinasi, pengelihatan buruk, mengalami kesulitan belajar, dan masih banyak lagi. Biasanya juga dikarenakan oleh anemia dan hal ini meningkatkan resiko kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Dampak lainnya adalah kelahiran prematur, kesulitan persalinan, pendarahan postpartum, dan cacat lahir,
  4. Dampak buruk lainnya terhadap perkembangan anak tidak hanya dikaitkan dengan kekurangan nutrisi selama kehamilan, namun juga bisa terjadi selama periode menyusui. Diet kehamilan dan diet untuk ibu menyusui yang terencana sangat penting bagi kesehatan bayi. Selama kehamilan pun, juga berdampak pada keguguran karena lemahnya rahim kurangnya asupan gizi,
  5. Proses persalinan sangat membutuhkan tenaga ibu untuk dapat mengejan secara optimal. Jika asupan nutrisi ibu kurang, tentunya berdampak pada proses persalinan. Tidak menutup kemungkinan akan terjadi pendarahan karena kontraksi rahim yang tidak baik dikarenakan kurang nutrisi,
  6. Saat nifas, ibu memerlukan banyak nutrisi karena nutrisi tersebut digunakan sebagai tenaga pemulihan sesudah melahirkan. Biasanya ibu yang kekurangan nutrisi pada saat nifas, akan mengalami pusing, bata berkunang-kunang, lemah, letih, lesu, demam, mudah terserang infeksi, terhambat untuk proses kembalinya kandungan dalam ukuran semula, serta juga terhambatnya penyembuhan luka saat terjadi persalinan. Pada masa nifas, ibu dilarang melakukan pantangan dalam mengonsumsi makanan karena dapat mengakibatkan hal-hal tersebut dan bisa juga berdampak kematian. Sumber protein yang tinggilah yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan luka, yaitu daging, telur, ikan, susu, tempe, tahu, dan lain sebagainya. Perbanyak konsumsi vitamin dan mineral terutama sayuran dan buah-buahan.

Perlunya pengawasan dan pengecekan secara rutin ke dokter kandungan atau bidan mengurangi resiko terjadinya ibu hamil kekurangan gizi. Saat melakukan pengecekan rutin pada dokter kandungan atau bidan, biasanya beliau akan memberikan suplemen dan vitamin untuk memperkuat janin dan rahim. Tidak sembarang suplemen dan vitamin yang diberikan, karena vitamin dan suplemen yang diberikan aman untuk dikonsumsi oleh ibu hamil.

Baca Juga : 11 Vitamin Untuk Ibu Hamil Agar Tidak Mual Dan Muntah

Perbanyak asupan makanan yang bergizi seperti sayuran, buah-buahan, karbohidrat, kacang-kacangan, ikan, dan daging merah untuk menhindari kurang gizi. Guna membantu untuk memperkuat dan menjaga kesehatan rahim agar terhindar dari keguguran, bayi lahir sehat tanpa cacat, dan lain sebagainya.

Kekurangan gizi yang lain yang berdampak pada bayi dapat meningkatkan resiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, osteroporosis, gagal ginjal kronis, gangguan jiwa, dan juga disfungsi organ. Pada masa kanak-kanak, akan mengalami perkembanan yang buruk menyebabkan prestasi yang kurang baik di sekolah.

Cara lain untuk mengatasinya adalah mengembangkan kebiasaan makan yang baik dan mau mengubah pola makan sehat. Menjadi sehat selama kehamilan sangatlah penting, karena janin berkembang tergantung pada nutrisi yang disimpan oleh ibu untuk pertumbuhan yang cepat selama awal-awal bulan kehamilan.

Demikian penjelasan mengenai edukasi agar ibu hamil terhindar dari kurangnya asupan gizi agar tidak berdampak buruk pada perkembangan janin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *